Pilihan Wisata Pulau Lombok - Pulau Lombok telah menjadi destinasi wisata menggiurkan bagi turis lokal maupun mancanegara, setelah Bali. Di pulau ini, terdapat banyak lokasi wisata bahari dan pegunungan serta taman peninggalan kerajaan lombok abad ke-17.
Ada yang menyebut Pulau Lombok memiliki kelebihan dibandingkan Bali. Di pulau ini wisatawan dimanjakan dengan berbagai jenis pilihan wisata mulai pantai dengan ombak yang tenang, perairan yang jernih hingga terlihat terumbu karang dari permukaan air laut, hingga ombak yang cocok untuk berselancar. Mutiara laut dan pemandangan gunung Rinjani yang indah, menjadi nilai plus tersendiri.
Wisata Lombok sebenarnya mulai booming sejak tahun 1990-an. Dari data dinas kebudayaan dan pariwisata menyebut, jumlah turis yang berkunjung terus meningkat. Tahun 2010 wisatawan ke Lombok berkisar 550 ribu orang, 2011 naik menjadi 800 ribu orang dan pada tahun 2012 ditargetkan 1 juta orang mengunjungi Lombok.
Nuansa religi di pulau ini masih sangat kental, ditunjukkan dengan berdirinya banyak masjid di pinggir jalan. Bahkan masjid itu berdiri hanya berjarak sekitar 200 – 500 meter antara masjid yang satu dengan lainya. Hingga wisatawan menyebutnya dengan kota seribu masjid.
Memang di balik besarnya potensi wisata yang dimiliki, soal infrastruktur jalan masih menjadi kendala. Misalnya poros jalan yang menghubungkan antara Lombok Barat dengan Lombok Utara, Lombok Utara dengan Lombok Tengah, kondisi jalan sepanjang ratusan kilometer itu boleh dibilang masih cukup sempit. Bahkan untuk bus pariwisata ukuran kecil dengan kapasitas penumpang sekitar 20 orang saja, masih kesulitan jika berpapasan dengan mobil sejenis Avanza. Apalagi dengan kendaraan besar.. Padahal itu merupakan jalur utama yang harus dilewati wisatawan yang berkunjung ke beberapa tempat wisata di beberapa kabupaten.
Dibangunnya Bandara Internasional Lombok yang dioperasikan sejak 1 Oktober 2011 lalu, setidaknya menjadi komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok. Rute domestik dari seluruh Indonesia pun telah terbuka. Sedangkan untuk rute internasional baru melayani rute Lombok-Singapore.
Beberapa lokasi wisata pantai di Lombok yang menjadi favorit jujukan para wisatawan, diantaranya Pantai Senggigi, Pantai Mangsit (bagian pantai Senggigi), Pantai Malimbu, Pulau Gili Trawangan dan Gili Namu.
PANTAI MALIMBU
Di Pantai Malimbu misalnya, pantai yang berbatasan langsung dengan pegunugan ini memiliki panorama yang sangat indah. Kondisi pantai yang bersih, riak ombak yang tidak terlalu besar, kondisi air yang jernih hingga tembus pandang ke batuan karang di dasar pantai, menjadi daya tarik yang luar biasa. Pepohonan di pinggir pantai yang tumbuh rancak, menambah sejuk cuaca yang sangat cocok bagi wisatawan untuk bermain dan berjemur di sepanjang pantai.
Keindahan pantai ini pula yang membuat investor berlomba-lomba membangun tempat penginapan berupa resort, hotel, villa dan pub. Tak ayal, harga tanah di kawasan pantai yang menjadi objek wisata ini harganya melambung tinggi hingga pada kisaran Rp 200-500 juta per are. Semakin mendekati pantai, maka harga tanah semakin mahal."Dulu tahun 1980-an, orang mau dikasih tanah gratis saja di sekitar sini tidak ada yang mau. Tapi sekaran harganya ratusan juta," kata Ramli, salah seorang wartawan lokal yang ikut dalam rombongan wisata bersama Citilink
Keindahan pantai yang menakjubkan telah membuat wisatawan asing betah tinggal di kawasan pantai. Bahkan tak jarang mereka membagun vila di kawasan pantai dengan mengatasnamakan nama orang lokal. Villa the Hill di kawasan pantai Malimbu, misalnya, perkampungan yang seluruh penghuninya adalah wisatawan asing.
GILI TRAWANGAN
Pantai yang juga sangat digandrungi para turis adalah pantai di Pulau Gili Trawangan dan pantai Gili Namo. Pantai ini tak hanya menyajikan pesona pantai yang cocok untuk diving, bersnoorkling dan kayaker, tapi wisatawan akan disuguhi pemandangan air laut yang jernih hingga tembus ke dasar pantai yang dipenuhi dengan karang-karang yang cantik dan menakjubkan.
Untuk sampai ke lokasi ini, wisatawan harus menyeberang menggunakan kapal motor atau speed boat dari kawasan pelabuhan Malimbu dengan jarak tempuh berkisar 30-40 menit dengan biaya menyebarang berkisar Rp 50-100 ribu.
Dikawasan Malimbu ini juga terdapat potensi laut berupa mutiara. Masyarakat di sekitar pantai banyak yang memanfaatkan budidaya mutiara. Mutiara dari kawasan Malimbu ini sangat dikenal sebagai mutiara berkelas dunia dengan dilengkapi sertifikat. Sehingga untuk mutiara grade A, per gramnya bisa bernilai ratusan juta rupiah.
Selain wisata pantai, pelancong juga dimanjakan dengan wisata pegunungan. Bagi wisatawan yang memiliki hoby traking, bisa menyalurkan hobinya melakukan pendakian ke puncak gunug Rinjani. Pendakian bisa memulai start di Senaru yang merupakan kaki gunug Rinjani.
Dari Malimbu ataupun dari kota Mataram, ke Senaru butuh waktu tempuh sekitar 2 jam. Di Senaru ini juga terdapat panorama air terjun Senaru yang sangat indah. Wisatawan juga tidak akan kesulitan untuk tempat penginapan dan rumah makan, karena di kawasan Senaru banyak berdiri tempat penginapan dan rumah makan serta fasilitas dan guide utnuk melakukan pendakian.
Menu khas di rumah makan kawasan Senaru cukup mencengangkan, karena dalam satu porsi bisa dimakan untuk empat orang, yang dikenal dengan istilah begibung. Menunya terdiri dari nasi putih, ayam masak merah, urap-urap,l odeh dari hati pelepah pisang, kare daging dan sate ikan laut.
Wisatawan juga bisa menikamti keraton Narmada sisa peninggalan kerajaan Putra Anak Agung di Bali. Tempat ini berada di pinggiran kota Mataram.
Keraton merupakan komplek tempat tinggal raja, lengkap dengan tamannya yang cukup luas serta tiga kolam renang dan air suci untuk awet muda. Taman Narmada ini menjadi Istana Raja Lombok yang beragama hindu, putra raja Bali yang memerintah pada abad ke 17.
Kolam itu sendiri ketika masa kerajaan masih berkuasa, digunakan untuk pemandian para selir. Selain itu, kolam itu juga digunakan sebagai miniatur danau Anak Segaran di gunug Rinjani. Sehingga raja sendiri ketika itu sering melakukan ritual di kawasan kolam untuk mencegah meletusnya gunung Rinjani. Sedangkan air suci digunakan untuk mengobati penyakit pada masa kerajaan, dan sampai sekarang masih dipercaya masyarakat sebagai air awet muda.
